Categories
Rumah

Rumah Adalah Sumber Kebahagiaan Bagian 2

Penggunaan warna cokelat muda pada beberapa elemen furnitur berhasil memberi kesan nyaman dan tenang pada ruang tidur utama.

Putih Dan Cermin Mendominasi

Dari segi warna, nuansa putih seakan mendominasi seantero ruang pada apartemen ini. Diakui Chaterine, ia memang menyukai warna putih sebab terlihat bersih dan memberi kesan luas. Dengan warna putih yang netral, ia pun dapat dengan leluasa mengkombinasikan elemen interior lain, seperti furnitur, dan warna karpet.

Baca juga : Distributor Jual Genset 1000 Kva di Makassar

Untuk menghilangkan kesan putih monoton, Chaterine memilih warna abu-abu pada sofa di ruang keluarga. Perpaduan putih dan abu-abu ini pun menghasilkan warna yang enak dipandang mata. Lain lagi dengan pemilihan warna sofa pada ruang makan. Cokelat dipilih Catherine agar dapat menghadirkan suasana hangat saat menyantap hidangan di ruang makan.

Untuk interior apartemen ini, Husni memilih bentuk desain furnitur yang simpel dan cocok diterapkan di apartemen. Ia tidak memilih bentuk furnitur yang berukir karena dapat memberi kesan sempit pada ruangan. Bila diperhatikan, hampir semua ruang di apartemen ini memiliki cermin berukuran besar yang menempel pada sudut dinding. Seperti yang terlihat pada ruang makan.

Untuk memanipulasi luas ruang apartemen yang terbatas, Husni sengaja melapisi dinding dengan cermin agar ruang makan terlihat lebih luas. Hal yang sama juga diterapkan Husni pada kamar tidur anak. Struktur dinding yang melengkung membuat ruang terlihat sempit. Kekurangan tersebut ia tutup dengan cermin yang ukurannya hampir menutupi dinding.

Mainan Anak Menumpuk

Sejauh mata memandang, banyak sekali mainan anak dari Catherine yang menumpuk di mana-mana. Ya, mainan anak tersebut jumlahnya memang sudah terlampau banyak. Saking banyaknya dan tidak terdapat tempat penyimpanan untuk menampungnya, mainan tersebut justru sengaja dijadikan pajangan di ruang keluarga oleh Catherine.

Jadi, saat sewaktu-waktu Christian ingin memainkannya, tak perlu bingung lagi mencarinya. Di ruang keluarga inilah Catherine biasa menghabiskan waktunya bersama Christian. Segala penat pun hilang seketika bila ia sudah berada di apartemen dan bermain bersama anaknya.

Categories
Rumah

Rumah Adalah Sumber Kebahagiaan

Baginya, apartemen bukan hanya bangunan fisik semata, namun juga sumber kebahagiaan yang tidak bisa ia dapatkan di manapun. Sejauh mana penghuni rumah pergi, ia akan kembali ke rumah dan merasa cepat kembali segar berkat ketenangan dan kenyamanan di rumah. Ungkapan itu rasanya cukup mewakili gambaran Catherine Alexandra tentang arti rumah baginya. “Rasa lelah langsung sirna,” ucapnya dengan wajah bahagia.

Baca juga : Distributor Jual Genset Semarang

Tiga belas tahun menempati apartemennya, Catherine menganggap bahwa huniannya adalah segalanya baginya. Di sinilah ia bisa berkumpul bersama keluarga dan anaknya, Christian Alexander. “Rumah adalah sumber kebahagiaan untukku,” ujarnya. Pilihannya memilih hunian vertikal sebagai tempat tinggalnya tentu bukan tanpa alasan.

Menurutnya, apartemen memiliki banyak kelebihan. Aman, praktis, dan jauh lebih nyaman merupakan alasannya memilih untuk tinggal di apartemen. Maka jatuhlah pilihannya pada Apartemen Ambassador, di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan. Catherine mengangap bahwa lokasi ini merupakan lokasi strategis untuknya beraktivitas ke mana-mana.

Pertama Kali Renovasi

Profesinya sebagai pemilik beberapa apartemen yang disewakan ini memang tak menuntutnya untuk mobilitas ke sana dan ke sini. Ia menghabiskan waktunya lebih banyak di apartemen. Oleh karena itu, ia harus menyulap apartemennya senyaman mungkin. Setelah 13 tahun menempati apartemennya, Catherine baru pertama kali melakukan renovasi.

Alasannya, karena bosan dengan desain yang lama. Kehadiran puteranya pun menjadi alasan lainnya. Ia ingin memberikan kenyamanan pada puteranya tersebut. Catherine pun menyewa jasa desainer interior untuk renovasi apartemennya tersebut. Setelah mendapat rekomendasi dari temannya, akhirnya ia berkenalan dengan Husni Khotami, desainer interior dari Lya Lya Furniture.

Renovasi dilakukan pada bulan Oktober 2015 dan selesai pada Januari 2016. Hampir semua ruangan di apartemennya dilakukan renovasi. Mulai dari ruang tidur utama, kamar anak, kamar pembantu, kamar mandi utama, kamar mandi anak, ruang keluarga, dan dapur. Namun, renovasinya hanya berupa perubahan furnitur, warna cat dinding, wallpaper, dan penambahan-penambahan dekorasi lainnya. Permintaan khusus Catherine kepada desainer interior ialah penambahan ruang service area dan penambahan dapur kotor.

Categories
Rumah

Berikan Panggung untuk Lantai

Saat Anda ingin membangun atau merenovasi rumah, elemen interior apa yang Anda anggap penting? Dinding, plafon, atau lantai? Ataukah furnitur serta elemen-elemen dekoratif? Banyak orang yang meributkan soal dinding. Pakai wallpaper atau cat, mau warna ini atau itu. Banyak juga yang meributkan soal furnitur. Mau sofa kulit atau sofa kain, mau bentuk lurus atau bentuk L. Tapi, tidak banyak yang meributkan soal lantai.

Baca juga : Distributor genset 500 Kva di Surabaya

Palingpaling perdebatan serunya ada di warna krem atau putih, ukuran segini atau segitu, serta merek ini atau itu. Bila saat ini Anda sedang membangun atau merenovasi rumah, mulailah berpikir lebih detail soal lantai. Jangan mentang-mentang posisinya di bawah dan diinjak lalu ia menjadi tidak krusial. Mengapa lantai jadi penting? Karena lantai menempel kuat pada bangunan.

Artinya, sekali terpasang, sulit menggantinya. Bukan tidak bisa, hanya saja membongkar lantai akan jadi pekerjaan yang sungguh-sungguh menyebalkan, karena menimbulkan debu di seluruh ruang. Beda dengan mengganti warna dinding yang tidak terlalu merepotkan. Tapi di luar itu, lantai adalah elemen yang sesungguhnya sangat berperan besar dalam membentuk suasana ruang. Porsinya yang besar dalam satu bangunan, membuat lantai juga memainkan peran yang besar.

Coba bayangkan satu ruang luas yang lantainya ditutupi parket. Bandingkan dengan satu ruang luas yang lantainya ditutupi keramik putih mengilap. Berada di kedua ruang tersebut tentu akan berbeda rasanya. Melihat perannya yang besar, sudah sepatutnya lantai mendapat perhatian penuh. Lantai yang indah akan menaikkan nilai artistik sebuah rumah. Bila Anda senang bereksperimen, sesekali berikan panggung utama untuk lantai. Dan biarkan yang lainnya jadi pendukung.

Putri Belgia Hadiri Peresmian Pabrik Baru Etex

Produsen papan fiber asal Belgia, Etex, meresmikan pabrik barunya di Karawang, 18 Maret 2016 lalu. Dalam rangkaian misi ekonomi Belgia ke Indonesia, peresmian pabrik dihadiri oleh Putri Astrid dari Belgia. Pada misi ekonomi kali ini, Putri Astrid membawa lebih dari 300 pengusaha dari 127 perusahaan. Pabrik yang dibangun sejak Juli 2014 silam ini akan mempekerjakan 130 karyawan.

Lokasinya yang dianggap dekat dengan Ibu kota, bisnis Etex diharapkan akan lebih optimal terhubung ke pasar yang lebih berpotensial. Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar, berharap pabrik baru ini bisa memberi kontribusi bagi perindustrian dan perekonomian Indonesia, khususnya di Jawa Barat.

Categories
Rumah

6 Inspirasi Area Di Bawah Tangga

Memanfaatkan area di bawah tangga merupakan solusi yang tepat untuk Anda yang memiliki rumah dengan lahan terbatas. Ukuran area bawah tangga yang cenderung sempit dengan langit-langit yang miring biasanya hanya dimanfaatkan sebagai tempat penyimpanan. Namun, selain tempat penyimpanan, kira-kira area ini bisa dipakai untuk apa lagi, ya? Berikut 6 inspirasi desain area di bawah tangga untuk Anda.

Baca juga : Jual Genset Bali

Bukan tidak mungkin membuat area bawah tangga yang unik. Misalnya kolam ikan di bawah tangga ini. Penggunaan kayu sebagai material utama anak tangga semakin menunjukkan konsep alami di sini. Untuk railing, digunakan kaca tempered agar pandangan ke arah kolam tidak terhalang meski sedang menaiki tangga.

Area bawah tangga tidak harus menjadi tempat penyimpanan seperti rak sepatu atau gudang. Anda bisa mengalihfungsikan menjadi tempat meletakkan meja TV. Yang perlu diingat adalah mengukur tinggi meja ditambah tinggi TV, sehingga tak membentur bagian bawah tangga.

Area bawah tangga bisa juga dimanfaatkan sebagai tempat untuk duduk santai, lho! Karena dilengkapi dengan lampu yang cukup terang, si pemilik rumah dapat membaca di sana. Agar tak ada ruang terbuang percuma, bagian bawah, samping, dan atas ruang duduk ini dibuat lemari penyimpanan.

Ruang baru bisa dibangun di mana saja dan dengan cara yang sederhana. Seperti pada area di bawah tangga ini. Cukup menyematkan ambalan, rak penyimpan, dan meja kerja. Voila! Ruang kerja sederhana pun hadir tanpa harus membuat dinding baru.

Area bawah tangga cukup luas? Manfaatkan saja sebagai area untuk kabinet dapur. Selain dapat menghemat tempat, dapur pun terlihat rapi dan pas. Desain ini juga sangat cocok diterapkan untuk dapur mungil. Tak lupa, sesuaikan desain kabinet dengan kemiringan tangga.

Bila Anda memiliki hobi mengoleksi sepatu dan tidak memiliki ruang penyimpanan, coba gunakan area di bawah tangga sebagai tempat menyimpan. Bagilah tempat penyimpanan tersebut menjadi tiga bagian agar terlihat menarik. Sepatu Anda pun kini memiliki “rumahnya” sendiri. Tampak lebih rapi, bukan?

Categories
Rumah

Bangunan Modern yang Back to Nature

Bangunan Modern yang Back to Nature – D i antara bangunan-bangunan modern yang berlokasi di Jalan Terogong, Jakarta Selatan, terselip sebuah bangunan berfasad sederhana. Sebagian tampak depannya tertutup rak kayu yang diisi tanaman dalam pot. Jika terlalu cepat melintas, bukan tidak mungkin akan luput dari perhatian. Untuk mencapai pintu utama, Anda harus berjalan di atas jembatan kayu yang melintas di atas kolam ikan. Jembatan itu memiliki pagar bambu yang dipasang vertikal dengan tinggi tak seragam. Di atas pintu ada sebuah papan hitam bertulisan tangan: “Selamat Datang. Welcome. Semua yang sehat berawal dari rumah”. Senyum ramah karyawan wanita menyambut kami di depan pintu masuk. Namun perhatian kami sudah tertuju pada sekeliling ruangan.

Dinding berlapis jejeran kayu dolken. Meja-meja dari daun pintu yang kaki-kakinya dibuat dari roda sepeda. Bilah-bilah bambu yang melapisi plafon. Juga hiasan dinding berupa kursi-kursi mini dari kayu solid. Berbagai benda kecil yang ditempatkan di atas kursi-kursi mini itu pun menarik perhatian kami. Ada peralatan berkebun, perkakas dapur, mangkok ayam, panci burik. Ini tempat yang unik! Ruang utama bangunan ini menyerupai lorong, terbuka pada kedua ujungnya. Dari ujung sana udara masuk, lalu keluar pada ujung satunya lagi. “Udara di sini memang enak. Ngalir banget. Padahal enggak ada AC, kan? Karena sekarang cuacanya sedang adem, jadi tambah enak lagi,” cerita Daniel Chrisna, pemilik sekaligus pengelola Rumah Sehat Intiyana. Tapi, lanjut Daniel, kalau cuaca terik sekali pun udaranya masih cukup nyaman. “Biasanya, untuk membantu supaya udara lebih menyebar, ceiling fan-nya dinyalakan.” Rumah Sehat Intiyana, begitu nama tempat ini. Tempat ini menyediakan masakan sehat dari bahan-bahan organik, sekaligus menjual bahanbahan organik dan menyediakan fasilitas spa. Lahannya cukup luas, sekitar 900 m², diolah menjadi 3 area. Minimarket bahan-bahan organik menempati sisi kanan, restoran menempati bagian tengah, dan area spa mengisi sisi kiri. Rumah Sehat ini mengajak pengunjungnya untuk kembali kepada hal-hal yang natural dan alami. Menariknya, tempat ini pun dibangun dengan konsep yang sejalan. Mengajak kita untuk kembali kepada alam dan bersahabat dengan kesederhanaan.

Sederhana Juga Bisa Kreatif

Adalah arsitek dari akanoma, Yu Sing, yang mendesain ruang usaha “3 in 1” ini. “Saya sudah tahu karakter desain Yu Sing dan memang cocok dengan style-nya, makanya tanpa banyak permintaan saya percayakan saja kepada dia,” cerita Daniel Chrisna, pemilik dan pengelola Rumah Sehat Intiyana yang kediaman pribadinya juga didesain oleh arsitek asal Bandung ini. Yu Sing, dengan prinsip natural dan reuse-nya yang khas, menerapkan konsep itu dengan cara sederhana yang kreatif. Dolken dan tembok kupas pada dinding, pintu bekas dan ruji roda pada furnitur, hingga pemakaian kain karung terigu sebagai pelengkap ruang. Ia juga memberi sentuhan kecil dengan pemakaian kerat minuman sebagai rak dan kursi-kursi kayu mini sebagai hiasan dinding.

Peti Kemas untuk Rak Hias

Siapa bilang hanya bendabenda cantik yang bisa jadi hiasan? Lihat saja peti-peti kayu ini, jauh dari indah. Tapi dengan cara sederhana, ditumpuk dan ditempatkan sebuah pot tanaman di atasnya, jadi menarik juga dilihatnya.

Karung Terigu untuk Tirai

Prinsip reuse, salah satunya diterapkan di area spa. Ruangruang di area ini disekat oleh tirai dari kain karung terigu, begitu pula jendela-jendelanya. Karungkarung itu dibuka jahitannya, kemudian disambung satu sama lain menjadi selembar kain besar yang ukurannya sesuai dengan kebutuhan.Pincuk Bambu untuk Rumah Lampu Pincuk biasa digunakan sebagai pengganti piring, terutama pada makanan berbahan sayur mayur seperti gado-gado, urap, atau pecel. Pincuk juga bisa diolah menjadi penghias lampu gantung. Efek sinarnya cukup menarik, kan?

Pastikan juga bangunan ini di bekali dengan genset sebagai sumber listrik cadangan. Untuk membelinya bisa anda di beli di supplier jual genset jakarta terpercaya di Indonesia